top of page
  • Drg.Nugrahaning T.N

Ciri-Ciri Gigi Yang Sudah Mati, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diperbarui: 28 Okt 2022


Sering terjadi pada pasien yang tidak mengetahui tentang kondisi gigi nya yang ternyata sudah mati. Berikut ini kita akan membahas salah satu komplikasi dari penyakit gigi yang sering dialami pasien yaitu gigi mati. Dengan artikel ini diharapkan pasien bisa lebih mengerti tentang apa yang menyebab kan gigi bisa mati, bagaimana ciri cirinya dan cara mengobati atau mengatasinya.


Penyebab gigi menjadi mati adalah:

1. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk.

Keadaan rongga mulut yang kotor dan menyebabkan gigi mudah terjadi karies atau lubang gigi . Bila karies terus membesar, dibiarkan dalam waktu lama dan tidak dilakukan perawatan bisa menyebabkan infeksi sampai ke bagian pulpa gigi yang terdiri dari saraf dan pembuluh darah. Lama kelamaan infeksi akan terjadi terus menerus menuju ke saluran akar. Sehingga syaraf dan pembuluh darah gigi terinfeksi akhirnya menjadi tidak lagi responsif terhadap rangsangan nyeri.


2. Trauma atau benturan.

Gigi yang mati juga bisa disebabkan karena benturan atau trauma yang hebat pada gigi, sehingga menyebabkan gangguan pada gigi dan jaringan pendukungnya dan bila tidak diobati lama kelamaan menyebabkan infeksi ,selanjutnya gigi akan menjadi mati atau non vital karena terhentinya suplai darah.



Mari kita bahas mengenai bagaimana cara mengetahui gigi tersebut sudah mati. CIri- ciri gigi mati adalah :

  1. Gigi yang sudah mati biasanya terdapat lubang atau karies yang dalam. Biasanya pasien sering merasa tidak nyaman pada daerah gigi yang mati.

  2. Gigi yang mati biasanya berubah warna menjadi lebh gelap atau agak berwarna abu abu, disebabkan karena sel darah merah yang ada di gigi tersebut ikut mati.

  3. Bau mulut juga sering terjadi bila ada gigi yang mati karena terdapat penumpukan bakteri yang berasal dari gigi yang mati

  4. Gigi yang mati tidak menunjukkan reaksi pada saat dllakukan tes vitalitas antara lain tes thermal, tes kavitas, tes jarum miller ataupun tes elektris.

  5. Pada gigi yang mati bisa ada reaksi sakit atau tidak nyaman pada tes perkusi atau drug disebabkan karena ada kelainan pada bagian apikal karena infeksi yang sudah lama.

  6. Pada pemeriksaan anamnesis, pernah terjadi benturan pada gigi yg dikeluhkan . contohnya pasien pernah jatuh atau kecelakaan dan terjadi benturan pada gigi tersebut.


Cara mengatasi gigi yang sudah mati:

1. Dengan cara Perawatan Saluran Akar.

Tujuan perawatan ini adalah untuk mempertahankan gigi agar tidak langsung dicabut. Perawatan saluran akar ini bisa membersihkan kembali saluran akar, mensterilkan lalu saluran akar diisi menggunakan saluran akar pengganti. Setelah itu bisa dilakukan penambalan atau restorasi crown pada gigi tersebut.


2. Pencabutan gigi.


Bila perawatan saluran akar sudah tidak bisa dilakukan, pilihan lainnya adalah pencabutan gigi agar terhindar dari infeksi yang terus terjadi pada gigi yang sudah mati. Akan tetapi tetap disarankan kepada pasien untuk dilakukan pemasangan gigi tiruan agar bisa terhindar dari hal hal yang kurang baik akibat kondisi kehilangan gigi, contohnya seperti drifting atau posisi gigi yang bergeser.


Begitulah seputar penjelasan tentang penyakit gigi mati, tentu saja untuk terhindar dari penyakit ini, hendaknya kita rutin kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, rajin membersihkan gigi dengan cara yang benar dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat untuk gigi. Bagaimanapun juga mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?


Yuk, kita terus tingkatkan kesadaran untuk terus menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut agar senyum lebih indah dan percaya diri, tubuh pun akan menjadi jauh lebih sehat di Klinik Gigi Get Dentist.



Penulis: Drg. Nugrahaning T.N

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
logo get dentist.png
bottom of page